Blog

  • Kapolda Kalteng Ungkap Alasan Anggota Terjun ke Sungai di Tumbang Kalemei Demi Lindungi Warga Sipil

    Kapolda Kalteng Ungkap Alasan Anggota Terjun ke Sungai di Tumbang Kalemei Demi Lindungi Warga Sipil

    Palangka Raya – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan membeberkan kronologi lengkap terkait insiden penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kec. Katingan Tengah, Kab. Katingan, beberapa waktu lalu.

    Pernyataan tersebut, disampaikan langsung Kapolda Kalteng saat konferensi pers bersama Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), di Lobi Mapolda setempat, Selasa (7/7/2026).

    Kapolda menjelaskan bahwa insiden bermula di tempat kejadian perkara (TKP) pertama, dimana para personel kepolisian mendapatkan perlawanan dari terduga pelaku jaringan narkoba penting yang dibantu oleh pihak keluarga, beserta kelompoknya.

    Massa dari pihak pelaku melakukan aksi anarkis dengan berteriak provokatif dengan menyebutkan rampok kepada anggota Polri, sembari mengacungkan senjata tajam berupa parang.

    Teriakan provokatif dari pelaku tersebut memancing perhatian kelompok keluarga pelaku untuk berdatangan ke lokasi.

    Melihat situasi yang kian ramai oleh masyarakat umum, pihak kepolisian pun harus mengambil keputusan krusial di lapangan, yakni anggota mundur demi melindungi masyarakat dan memilih untuk terjun ke sungai.

    “Pertimbangannya, kita menghindari jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban. Jadi anggota kami memutuskan untuk mundur dan tindakan mundurnya dilakukan dengan terjun ke sungai,” jelas Kapolda.

    Kapolda menerangkan bahwa setelah terjun ke sungai, para personel berenang sejauh kurang lebih 400 meter hingga berhasil menepi di area pulau-pulau kecil di tengah sungai. Di titik tersebut, para anggota sempat berkumpul kembali dan menyadari bahwa beberapa di antara mereka telah mengalami luka-luka.

    Nahas, kelompok pelaku ternyata tidak menghentikan aksinya. Mereka terus memburu dan melakukan serangan susulan dari dua arah, baik dari darat maupun lewat jalur air menggunakan perahu kelotok.

    Pihak Polda Kalteng menegaskan situasi ini masih terus didalami dalam proses penyidikan. Kendati demikian, polisi telah mengantongi bukti kuat mengenai adanya tindakan kekerasan fatal setelah mengamankan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

    “Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu,” pungkas Kapolda Kalteng dengan tegas.

    Diakhir kesempatan Kapolda mengimbau kepada pelaku agar segera menyerahkan diri.

  • Kompolnas Sampaikan Dugaan Penyebab Gugurnya 3 Polisi di Katingan

    Kompolnas Sampaikan Dugaan Penyebab Gugurnya 3 Polisi di Katingan

    Palangka Raya – Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Mochammad Choirul Anam didampingi Kapolda Kalimantan Tengah, menggelar konferensi pers pengungkapan gugurnya tiga personel Polres Katingan pada saat menjalankan operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, di lobi Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026).

    “Kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi penggerebekan dugaan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalamei, Kabupaten Katingan, dan menghimpun beberapa keterangan,” katanya.

    Menurut Anam, berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa tersebut bermula ketika anggota Satresnarkoba telah berhasil mengamankan target operasi dan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dengan menunjukkan identitas serta surat tugas resmi.

    Namun situasi berubah ketika muncul teriakan yang menyebut petugas sebagai perampok. Teriakan tersebut memicu sejumlah anggota keluarga terduga pelaku mendatangi lokasi sehingga terjadi perlawanan terhadap petugas.

    “Anggota sebenarnya sudah memperkenalkan diri sebagai polisi dan menunjukkan surat tugas. Namun muncul teriakan bahwa yang datang adalah perampok sehingga memicu kedatangan anggota keluarga dan terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

    Ia menjelaskan, setelah beberapa anggota mengalami luka-luka, petugas memutuskan mundur dengan tujuan menghindari jatuhnya korban lebih banyak, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar.

    “Keputusan mundur diambil agar tidak semakin banyak korban. Namun saat itu justru terjadi pengejaran terhadap petugas,” ujarnya.

    Kompolnas juga mengungkapkan adanya dugaan bahwa ketiga anggota Polri mengalami penyiksaan sebelum ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut, kata Anam, didasarkan pada hasil peninjauan lokasi, informasi autopsi, serta analisis awal terhadap kondisi korban.

    “Kami menduga para korban mengalami penyiksaan. Dugaan kuat sementara, mereka meninggal terlebih dahulu di darat sebelum kemudian ditemukan di sungai. Namun seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan secara ilmiah dan pembuktian di pengadilan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Kompolnas meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, baik pelaku langsung maupun pihak lain yang memiliki peran dalam peristiwa tersebut.

    “Kami meminta penegakan hukum dilakukan semaksimal mungkin dengan penerapan pasal yang paling tepat terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab,” tegas Anam.

    Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan meminta seluruh pelaku untuk kooperatif menyerahkan diri.

    “Saya perintahkan kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri saja ke kepolisian. Tidak ada sedikit pun kamus mundur bagi Kepolisian Kalimantan Tengah dalam menghadapi para pelaku dan bandar narkoba,” pungkasnya.

  • Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Bulik Gencarkan Sosialisasi kepada Warga Desa Kujan

    Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Bulik Gencarkan Sosialisasi kepada Warga Desa Kujan

    Lamandau – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Polsek Bulik melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyampaian imbauan kepada masyarakat di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, pada Selasa (07/07/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aipda Gatod Kusuma selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Nanga Bulik (binaan) dan Desa Kujan (sentuhan) sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla serta konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

    Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar. Warga juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif kebakaran hutan dan lahan, mulai dari pencemaran udara yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kerusakan ekosistem, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.

    Selain itu, masyarakat juga diberikan sosialisasi mengenai ketentuan hukum yang mengatur larangan pembakaran hutan dan lahan, termasuk ancaman sanksi pidana dan denda sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat diharapkan memahami bahwa tindakan pembakaran lahan secara sengaja memiliki konsekuensi hukum yang serius.

    Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap potensi munculnya titik api (hotspot), serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

    Kegiatan sosialisasi mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyatakan siap mendukung upaya pencegahan karhutla serta berkomitmen untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Hms)

  • Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau Cek Perkembangan Tanaman Jagung Program 1 Desa 2 Hektare

    Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau Cek Perkembangan Tanaman Jagung Program 1 Desa 2 Hektare

    Lamandau – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung dalam program 1 Desa 2 Hektare di lahan milik warga Desa Samu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, pada Selasa (07/07/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bripda Etsa Juniawan selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Tapin Bini (binaan), Desa Samu Jaya (sentuhan), dan Desa Suja (pantauan). Pengecekan dilakukan di lahan milik Bapak Pijor Silalahi, warga RT 05 Desa Samu Jaya, sebagai bentuk pendampingan kepada petani dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia.

    Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung hibrida yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Tanaman tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan dan saat ini telah memasuki fase pertumbuhan menjelang panen yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.

    Selain melakukan pengecekan, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan pemilik lahan terkait kondisi tanaman serta kendala yang dihadapi. Petani menyampaikan bahwa pemupukan menggunakan kompos terus dilakukan guna menjaga kualitas pertumbuhan tanaman. Namun, kondisi musim kemarau menyebabkan berkurangnya ketersediaan air sehingga menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman jagung.

    Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan produktif secara optimal serta tetap menjaga semangat gotong royong dalam meningkatkan hasil pertanian. Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada para petani untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Lamandau berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pendampingan dan monitoring kepada masyarakat, sehingga terwujud pertanian yang produktif dan kesejahteraan petani di Kabupaten Lamandau semakin meningkat. (Hms)

  • Kompolnas Monitoring Penanganan Kasus Menonjol di Polres Katingan

    Kompolnas Monitoring Penanganan Kasus Menonjol di Polres Katingan

    Katingan – Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Katingan dalam rangka monitoring penanganan kasus menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polres Katingan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkara Polres Katingan tersebut dihadiri Ketua Tim Kompolnas Dr. Supardi Hamid, M.Si., bersama anggota Mochammad Choirul Anam, Yozi Erfandi Pratama, S.H., dan Zullastri, Bupati Katingan Syaiful, serta Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., Senin (6/7/2026).

    Ketua Tim Kompolnas Dr. Supardi Hamid, M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh informasi secara langsung mengenai penanganan kasus menonjol di Polres Katingan, termasuk mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan serta memberikan masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. Tim juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan perkara agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Katingan Syaiful menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Katingan terhadap upaya penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Ia berharap sinergi antara Polri, Kompolnas, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Sementara itu, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Katingan berkomitmen melaksanakan setiap rekomendasi dan arahan yang diberikan dalam kegiatan monitoring tersebut. Melalui kunjungan kerja Tim Kompolnas, diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri, Kompolnas, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Kabupaten Katingan. (hum)

  • Tim Kompolnas Tinjau Langsung TKP Penggerebekan Narkoba di Katingan

    Tim Kompolnas Tinjau Langsung TKP Penggerebekan Narkoba di Katingan

    Katingan – Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang dipimpin Ketua Tim Dr. Supardi Hamid, M.Si., bersama anggota Mochammad Choirul Anam, Yozi Erfandi Pratama, S.H., dan Zullastri melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Peninjauan tersebut didampingi Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., Senin (6/7/2026) sore.

    Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian monitoring Kompolnas terhadap penanganan kasus menonjol yang mengakibatkan gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas. Di lokasi, rombongan menerima pemaparan dari jajaran kepolisian mengenai kronologi kejadian, kondisi medan, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam proses penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat.

    Ketua Tim Kompolnas Dr. Supardi Hamid, M.Si., menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke TKP bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi sehingga proses monitoring dapat dilakukan secara objektif. Kompolnas juga mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan jajaran Polres Katingan dalam penanganan perkara tersebut serta berharap proses penyelidikan dapat dituntaskan secara transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

    Sementara itu, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi prioritas Polres Katingan. Pihaknya berkomitmen mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memburu para pelaku, mengungkap jaringan narkoba yang terlibat, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional demi memberikan keadilan bagi anggota yang gugur dalam pelaksanaan tugas. (hum)

  • Konferensi Pers Tegaskan Komitmen Berantas Jaringan Narkoba di Katingan

    Konferensi Pers Tegaskan Komitmen Berantas Jaringan Narkoba di Katingan

    Katingan – Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polres Katingan menggelar konferensi pers di depan lobi Mapolres Katingan, membahas perkembangan penanganan kasus penggerebekan jaringan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Kegiatan tersebut dihadiri Tim Kompolnas yang terdiri dari Dr. Supardi Hamid, M.Si., Mochammad Choirul Anam, Yozi Erfandi Pratama, S.H., dan Zullastri, didampingi Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., Bupati Katingan Syaiful, serta Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, PSC(J), GDDSS. Senin (06/07/2026) Siang

    Dalam konferensi pers, Tim Kompolnas menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polri dalam menangani peristiwa yang mengakibatkan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Kompolnas menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut sekaligus mendorong pengungkapan secara menyeluruh terhadap jaringan peredaran narkoba yang terlibat.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait berkomitmen untuk terus memberantas jaringan narkoba di wilayah hukum Polres Katingan tanpa memberikan ruang bagi para pelaku. Hingga saat ini, Polres Katingan beserta jajaran masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam tragedi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Upaya penyelidikan dan pengejaran dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

    Selain membahas upaya pemberantasan narkoba, konferensi pers juga menyampaikan hak-hak yang diberikan kepada tiga anggota Polri yang gugur dalam pelaksanaan tugas. Pemerintah dan institusi Polri memastikan seluruh hak kedinasan, penghargaan, santunan, serta hak bagi keluarga korban dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjaga keamanan masyarakat. (hum)

  • Pelayanan SPKT Polsek Marikit untuk Masyarakat: Wujud Kehormatan Berseragam

    Pelayanan SPKT Polsek Marikit untuk Masyarakat: Wujud Kehormatan Berseragam

    KATINGAN – Polsek Marikit – Polres Katingan – Polda Kalimantan Tengah. Personel SPKT Polsek Marikit melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di mako pada Senin pagi (06/07/2026) sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang mudah diakses, humanis, dan profesional bagi setiap warga yang membutuhkan.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Marikit IPTU Budi Hartono, S.H., menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Setiap personel SPKT dituntut memberikan pelayanan secara cepat, tepat, sopan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Dalam pelaksanaan tugas, personel SPKT siap menerima laporan, pengaduan, konsultasi, maupun permintaan bantuan kepolisian dengan mengedepankan sikap responsif serta komunikasi yang santun. Setiap pelayanan diberikan secara profesional guna memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat.

    Pelayanan yang dilaksanakan dengan tulus, disiplin, dan berintegritas mencerminkan makna kehormatan di balik seragam Bhayangkara. Melalui pelayanan yang optimal, SPKT Polsek Marikit terus membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mewujudkan pengabdian Polri yang Presisi. (RR25)

  • Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Bertumbuh dari Ruang Produktif Warga

    Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Bertumbuh dari Ruang Produktif Warga

    KATINGAN – Polsek Marikit – Polres Katingan – Polda Kalimantan Tengah. Personel Polsek Marikit melaksanakan kegiatan sambang dan pemantauan pemanfaatan pekarangan serta lahan produktif milik warga di wilayah Kecamatan Marikit, Senin pagi (06/07/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kemandirian pangan masyarakat.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Marikit IPTU Budi Hartono, S.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan dan lahan produktif memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa.

    Berangkat dari potensi yang dimiliki masyarakat, personel Polsek Marikit melakukan pemantauan terhadap perkembangan pemanfaatan lahan guna memastikan ruang-ruang produktif warga terus memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.

    Sejalan dengan semangat Asta Cita, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya ketahanan pangan berbasis lokal melalui pemanfaatan lahan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

    Di tengah dinamika kebutuhan pangan, personel turut mencermati kondisi lahan sekaligus memberikan motivasi agar pengelolaannya tetap berkelanjutan, produktif, dan bernilai bagi keluarga.

    Dari ruang produktif yang terus dimanfaatkan warga, terpantau adanya komitmen masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan. Kehadiran Polsek Marikit melalui kegiatan sambang ini mendapat respons positif sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Marikit.

  • Konsisten dari Waktu ke Waktu, Polsek Marikit Ikuti Kondisi DAS Katingan

    KATINGAN – Polsek Marikit – Polres Katingan – Polda Kalimantan Tengah. Personel Polsek Marikit melaksanakan monitoring debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan di wilayah Kecamatan Marikit pada Senin pagi (06/07/2026). Kegiatan ini merupakan pemantauan rutin sebagai langkah deteksi dini untuk mengantisipasi potensi banjir dan mengetahui perkembangan kondisi perairan.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Marikit IPTU Budi Hartono, S.H., menyampaikan bahwa monitoring debit air dilakukan secara berkala sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mengikuti dinamika kondisi DAS Katingan sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sejak dini.

    Menjaga kesinambungan pemantauan, personel melakukan pengukuran elevasi air dan pengamatan kondisi arus sungai. Hasil monitoring menunjukkan debit air DAS Katingan masih berada pada kondisi normal dan belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.

    Di tengah kondisi yang stabil, masyarakat tetap diimbau agar waspada terhadap perubahan cuaca serta segera melaporkan apabila terjadi kenaikan debit air maupun potensi gangguan kamtibmas di sekitar bantaran sungai.

    Konsistensi tersebut menjadi wujud komitmen Polsek Marikit untuk terus mengikuti kondisi DAS Katingan dari waktu ke waktu. Melalui monitoring yang berkelanjutan, langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini demi menjaga keselamatan masyarakat dan situasi kamtibmas tetap kondusif. (RR25)